Aku kehilanganmu
di antara deru klakson dan baliho.
Cinta kita direbut
oleh lampu-lampu yang lebih terang
dari wajahmu sendiri
oleh jalan raya
yang menelan langkah kita.
Aku ingin bicara padamu
tentang puisi
tentang tubuhmu yang seperti doa
tapi di telingamu hanya ada berita
tentang janji, tentang kuasa.
Kekasihku,
betapa sulit mencintaimu
di negeri yang menjual kata-kata
dan menyisakan kita
sebagai puisi tanpa pembaca.
TENTANG BUKU YANG DIBAKAR

Aku masih mencium bau kertas
yang terbakar di alun-alun.
Mereka bilang itu demi ketertiban
demi menjaga generasi
dari kata-kata beracun.
Tapi aku tahu
tak ada racun di buku
selain kebenaran yang ditakuti.
Mereka bisa membakar halaman-halaman itu
tapi tak bisa membakar
mata anak-anak
yang sudah membaca
dan tak mau lupa.
SURAT CINTA YANG TAK PERNAH SAMPAI

Salam cinta berpeluk diksi puisi. Mantap,,,