SURAT KEPADA KOTA YANG DIAM
Aku mengetuk pintu kota
tapi ia hanya menjawab dengan debu.
Aku menulis nama-nama di dindingnya
tapi huruf-hurufku gugur
seperti daun yang tak punya musim.
Kota membangun menara
dari kata-kata kosong
sementara anak-anakmu tidur
dengan perut lapar.
Aku ingin mencintaimu
tapi kau menolak dipeluk
selain oleh poster-poster
dan wajah yang dipoles senyum palsu.

PEREMPUAN DAN NEGARA
Perempuan itu duduk
di kursi yang patah
menjahit baju anaknya
dengan cahaya lampu redup.
Negara lewat di depannya
membawa mobil hitam dan sirine
tak sempat menoleh
apalagi bertanya
tentang harga beras.
Perempuan itu hanya tersenyum getir
ia tahu:
setiap jahitan kecil di tangannya
lebih jujur daripada seribu pidato
yang menggema di gedung tinggi.
KEKASIH YANG DICURI JALAN RAYA

Salam cinta berpeluk diksi puisi. Mantap,,,