TAKBIR DI ATAS LUKA

mengalir dari pengeras musala,

lalu menyusup bersama angin melalui ventilasi

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Aku terdiam dalam tafakur,
mendengar firman-Mu yang perlahan menyapa jiwa,
membersihkan debu-debu dosa yang lama melekat di dada.

Betapa sering aku menjauh,
lalai dari panggilan-Mu yang tak pernah henti itu.
Di bulan penuh rahmat ini,
Engkau kembali mengetuk pintu hatiku.

Ampuni aku, ya Tuhan.
Ajari aku untuk lebih dekat kepada-Mu,
untuk lebih sering menyebut nama-Mu.
Dalam doa di setiap sujud yang semoga khusyuk.

TAKBIR DI ATAS LUKA

Seorang anak kecil memilih diam selamanya
hanya karena tak mampu membeli alat tulis.

Hutan-hutan ditelanjangi tanpa rasa malu,
tanah petani dirampas atas nama pembangunan.

Tinggalkan Balasan