TAKBIR DI ATAS LUKA

Ribuan mahasiswa diseret, dibungkam,
suara-suara kritis dilipat, dibungkam dalam ketakutan.

Pejuang keadilan disiram luka,
sementara kebenaran dipaksa untuk menghilang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lalu, di mana kata maaf?
Adakah terselip di bibir para pembantu itu?
Atau kalian telah lupa, siapa sebenarnya majikannya.

Hari raya pun tiba,
dengan pakaian terbaik dan senyum penuh percaya diri,
kalian mengucap “minal aidzin wal faidzin”

Aku bertanya
Maaf?
Untuk siapa?
Untuk dosa yang mana?

Bukankah pembantu rakyat sudah buta dan tuli secara hati nurani?
Kalian lebih takut kehilangan jabatan
daripada kehilangan hakiki.

Kalian bicara tentang kemajuan, pembangunan, dan kemerdekaan.
Tapi, apa arti semua itu?
jika tangan yang menengadah adalah tangan yang sama,
yang merampas, membungkam, bahkan juga melukai.
Luka itu kalian tinggalkan di pundak kami, menganga tak tersembuhkan.
dan terus berdenyut dalam gema takbir yang seharusnya suci

Sumber ilustrasi: pxfuel.

Tinggalkan Balasan