Rumah. Ada yang mengatakan bahwa hati kita adalah rumah kita, sebab di situlah Allah melihat kita. Rumah bisa juga berarti dunia. Dunia seisinya adalah rumah bagi manusia. Ini tentu sudah disinggung dalam ayat al-Qur an, bahwa manusia adalah khalifah fil ardl, pengelola bumi. Akan tetapi, meskipun manusia diberi keleluasaan untuk mengelola apa saja yang ada di bumi ini, bukan berarti manusia adalah pemilik bumi. Manusia hanya dimandati untuk memberdayakan sumber daya alam semesta saja. Pemilik alam semesta tetaplah Allah semata.
Lalu ada lagi dawuh Maulana Rumi, “Tanpa cinta, ibadah hanyalah beban, semua tarian hanyalah rutinitas, semua musik hanyalah bunyian semata…”

Ya, cinta. Seakan cinta adalah ruh bagi setiap aktivitas. Dan aktivitas yang tanpa didasari cinta bagaikan jisim yang tanpa ruh. Hampa, mungkin juga menjemukan.
