“Tempat yang paling gelap sekali di dunia ini, apabila di dalam rumah kekasih, tak ada kekasih.” Begitulah ungkap Maulana Rumi dalam sajaknya.
Adakah rumah yang tanpa penghuni atau pemilik? Jawabannya, tak ada. Setiap rumah pasti memiliki penghuni, pemilik. Sajak di atas sebenarnya ingin menjelaskan kepada kita akan makna tempat paling gelap di dunia. Tapi sebentar, sepertinya menarik pula untuk menelisik makna ganda dari kata gelap. Mengapa Maulana Rumi lebih memilih diksi gelap?

Gelap adalah situasi ketika indra penglihatan tak mampu mengenali apapun, tak mampu menjangkau apapun, buta. Ada yang mengatakan bahwa kegelapan adalah awal mula kehancuran. Sebab dalam kegelapan tak ada rasa malu, tak ada belas kasihan, sementara kejahatan mendapatkan jatah kebebasan tanpa batas. Gelap berarti juga tak ada cahaya, tak ada penerang yang mampu menunjukkan penglihatan kita pada apa yang berada di hadapan kita. Ini tentu sangat berbahaya. Apalagi bagi seorang pejalan, kegelapan adalah momok bagi peta perjalanan.
