KAYU-KAYU DIBAKAR API
Aku adalah setangkai ranting
Menunggu hujan
Berharap akan ditumbuhkan putik
Lalu jadi pohon besar
Menjadi tempat bernaung
Matahari dunia terlalu terik
Aku menjadi kayu kering
Dibakar oleh api nasib
Hingga remuk

Dibawa angin, diempas sebagai debu
Tak terbaca mata dunia
Dibawa angin hingga jauh
Entah di rahim mata angin mana
Akan jatuh lalu tumbuh
Menjadi sebuah pohon
Jarum waktu terus menjahit takdir
Orang-orang berlari setiap hari
Dengan mimpi berguguran bak daun gugur
Tapi, tak ada yang berhenti
Setiap waktu
Dunia tumbuh besar, bercabang
Di atas kepala manusia
Sedangkan usia
Adalah setangkai bunga
Mekar di pagi
Layu di petang hari
Riau, 2025.
SUNYI
