Tolstoy dan Kisah Orang-orang Suci

Dalam cerita lain, yang berjudul “Dengan Apa Manusia Hidup”, Tolstoy juga menyuguhkan cerita sewarna. Ini adalah cerita tentang Simon, lelaki malang tukang jahit sepatu. Nasib sial terus merundung keluarga Simon. Terancam dingin dan lapar, Simon berkeliling dari desa ke desa untuk menagih utang. Tak hanya berhasil, hanya sedikit uang yang bisa ditagih. Itu pun dibelikannya vodka untuk menghangat tubuhnya.

Di tengah jalan ia melihat seorang pemuda menggigil kedinginan, telanjang, di bawah hujan salju. Simon takut mendekatinya. Khawatir dijahati atau dirampok. Ia pun berlalu. Belum jauh melangkah Simon ragu. “Memangnya aku orang kaya yang takut dirampok?” kata Simon dalam hati. Simon kembali. Ia memberikan mantelnya kepada pemuda telanjang itu, dan mengajaknya pulang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pemuda itu akhirnya menjadi bagian dari keluarga Simon. Usaha Simon pun mengalami kemajuan pesat. Keluarga Simon tak lagi kurang suatu apa. Belakangan diketahui, pemuda itu ternyata malaikat yang sedang dihukum Tuhan. Ia dihukum lantaran menolak mencabut nyawa seorang janda yang baru melahirkan anak kembar. Ia akhirnya dihukum dengan menjadi manusia, agar sang malaikat tahu bagaimana manusia menjalani hidup, dengan apa manusia hidup.

Membaca kumpulan cerita dari sastrawan besar ini bisa mengingatkan kita pada cerita-cerita dalam tradisi sufi. Dalam tradisi sufi sering diceritakan, orang-orang yang secara kasat mata terlihat jauh dari Tuhan, atau dibilang tidak tekun beribadah, dan hanya sibuk mengurusi hal-hal yang dianggap duniawi, yang remeh-temeh, ternyata memperoleh kemuliaan di mata Tuhan. Bahkan, ada satu kisah dalam sebuah hadis, seorang pelacur memperoleh tempat di surga hanya karena memberi minum seekor anjing, tampa pamrih.

Dari cerita-cerita seperti ini kita tahu, ternyata banyak jalan menuju surga…

Tinggalkan Balasan