Spirit KAA, menurut Zastrouw, bisa menjadi sumber inspirasi membangun solidaritas antarnegara berkembang dalam menghadapi berbagai problem dan tekanan global sebagai wujud dari kolonialisme modern. Hal itu sebagaimana pernah disampaikan Bung Karno dalam sambutannya di KAA.

Menanggapi paparan nara sumber, Prof Dr Abdullah Boukhelkhal menyampaikan bahwa kedekatan emosional rakyat Aljazair dan Indonesia tak bisa dimungkiri. Meski, tidak saling kenal namun hati mereka sudah tertaut. Ini dibuktikan ketika perjumpaan dua bangsa ini saat ibadah haji. Rakyat Aljazair selalu terkesan dengan akhlak mulia masyarakat Indonesia. Dari sini mereka bisa paham mengapa Soekarno bisa memiliki akhlak mulia dalam membela bangsa Aljazair secara ikhlas, karena Soekarno berasal dari masyarakat yang beraklak mulia.

“Saya pernah bertanya kepada jamaah Indonesia dari mana bangsa Indonesia belajar akhlak mulia? kata Abdullah. Orang Indonedia itu menjawab dari Islam yang diajarkan oleh para ulama. “Saya perlu pandangan elaboratif masalah ini dari nara sumber,” demikian Abdullah.
