297 KILOMETER

diameter roda mesin jahit seumpama kompas di tubuhmu
tak ada arah yang salah, selain jalan pulang paling tulus
meteran panjang di lehermu, jarak mengukur baju pelanggan
lalu mengukur usiamu yang sudah lama bertandang

“Jahitan itu adalah caraku menyatukan cinta,” katamu
Sementara, kau hanya menyambungkan luka menjadi masalalu
Menjadi syukur yang tak pernah habis, meski hujan tak henti berkelakar
Sebab, hikayat benang jahitmu adalah kesetiaan yang berpendar

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sumenep, 2022.

DI BANGKU TAMAN

Entah kenapa malam tiba-tiba menciptakan hening paling anggun
Tak ada riak sedikitpun, kecuali cinta yang dilepas tuannya menuju hati paling utuh
Seperti kisah kakek nenek di kursi taman, suatu malam
Yang seolah tak mengizinkan kasih menjadi nisan

Khidmat sekali, mereka bercanda dengan keheningan
Kadang mengajak Tuhan dalam pelukan hangatnya
Dekapan yang lebur dalam tubuh renta
Lalu mengakar lagi, menjelma keabadian

Kursi taman tak seringkih wajah mereka
Pun tak ada lagu klasik yang menguning di telinga
Namun sial! harmoni keduanya sangat melenting
Memendarkan senyum, melebihi lampu jalan yang hening

Tinggalkan Balasan