Khidmah: Cara Santri Memperoleh Barokah

Yang unik dari pendidikan di pondok pesantren adalah khidmah. Sudah barang tentu kata “khidmah” tidak asing lagi bagi para santri. Kata “khidmah” dinukil dari bahasa Arab yang bermakna “melayani” atau “mengabdi”. Bagi para santri, khidmah adalah cara untuk memperoleh barokah dari seorang guru atau kiai.

Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliky mengatakan: “Tsabatul ilmi bil mudzakaroh, wabarokatuhu bilkhidmah, wanaf’uhu biridho as-syaikh.” (Melekatnya ilmu dengan cara mengulang-ulang pelajaran yang telah didapat, barokahnya ada di khidmah, sedang kemanfaatannya berada di rida seorang guru.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Konsep khidmah telah ada pada zaman Rasulullah Saw. Ada banyak sekali riwayat yang menceritakan khidmahnya para sahabat kepada Rasulullah Saw. Salah satu cerita yang masyhur di kalangan kita adalah cerita sahabat Anas bin Malik.

Ketika itu, ibu Anas bin Malik, Ummu Sulaim, membawa Anas bin Malik datang kepada Rasulullah Saw dan mengatakan: “Ya Rasulallah, sesungguhnya penduduk Madinah sama memberikan harta dan rumah mereka kepada engkau, sedang aku tidak mempunyai apa-apa kecuali anakku ini, ya Rasullah, maka aku serahkan ia kepadamu agar melayanimu.

Kemudian Ummu Sulaim meminta Rasulullah Saw untuk mendoakan sahabat Anas bin Malik. Rasulullah pun mendoakan beliau: “Allahumma aktsir malahu, wawaladahu, wathowwil umroho, waghfir dzanbahu.” (Ya Allah, perbanyaklah harta dan keturunannya, panjangkan umurnya, dan ampunilah dosanya.)

One Reply to “Khidmah: Cara Santri Memperoleh Barokah”

Tinggalkan Balasan