LEBIH DARI KELAKAR
apakah ini kelakar?
sekam sering kali terbakar
di bawah bantal, sajadah, juga altar.
asap berkapur menghambur
udara sesesak liang kubur.
semakin sering terdengar
suara-suara samar dan hambar
dari mimbar-mimbar.

mungkinkah ini hanya kelakar?
perut-perut hanya tahu rasa lapar
tangan-tangan hanya tahu cara melempar
betapa tak pernah pandai jadi pelipur
selalu gagal jadi penghibur.
buku-buku pun tetap ditutup
kitab-kitab pun tetap dikatup
di sekolah-sekolah
dan rumah-rumah ibadah.
para pembaca yang buta huruf
gagap dan gugup, berusaha tampak sanggup
meruwat riwayat dan kisah, meralat cacat sejarah
dengan warna tinta yang lebih meriah, selain merah.
tapi, tuan, mengapa mesti darah?
“tentu. adakah yang lebih murah?”
o, tuan, ini lebih dari sekadar kelakar
api sudah berkobar-kobar
menjalar ke sepanjang pagar.
Yogyakarta, Januari 2022.
