KEPADA PELAUT MUDA
singkap matamu
bagaimana layar itu mengikat angin pada tubuhnya
ketika matahari menjelang merah jambu.

ombak yang pecah dalam tubuhmu,
ledakkan kesepian camar lumpuh
di tepi pelabuhan.
kacong, tubuh kita pantulan derap gelombang
menampung macam bayang-bayang
karang remas diinjaknya.
matahari lamban ditambat lajunya.
kita menerka-nerka
sebelum istana pasir sempurna dibangun ketam:
doa perempuan sudah biru di rahim lautan.
ikan yang terbuat dari daging_tulang_ waktu
digiring tuhan ke dalam lingkar jaringmu
selagi engkau tahu, doa dan peluh lebih bengis dari sembilu.
Kutub/Yogyakarta, 2021.
PADA SEBUAH PELABUHAN
i/
kau tahu, ketika kalimat tuhan pecah dari toa itu
matahari akan padam dengan sendirinya
kelelawar-kelewar keluar gua
memburu angin di tebing gelap

that is a good poem, how are you lil?. dont forget to nasa, hehe