PEREMPUAN MASA KECIL
Perempuanku, waktu bergulung begitu cepat
Melampaui abad-abad
Ribuan jam luruh
Mengubur kenangan
Atau layang-layang yang lepas di tangan

Aku mengingatmu
Tepat ketika perahu berlayar
Membelah sungai kecil di matamu
Melewati batubatu di dadaku
Tapi waktu melemparkan kita
Ke ruang yang kita lupa
Rindu untuk siapakah tercipta
Kita ternyata terlalu alpa
Bahkan sekadar mengingat kembali
Bunga pagar yang kupetikkan untukmu
Saat sama-sama merasa
Dunia diciptakan dari timbunan bunga
Bila kamu teringat masa kecilmu
Masuklah dalam baitbait puisiku;
Di sana katakata tercipta
Dari umbun-timbun kenangan
Agar kau merasa terlahir kembali
Sebagaimana dahulu
Senyuman begitu tulus tumbuh
Yogyakarta, 08 Maret 2022.
KUPATAHKAN HUJAN
Waktu begitu gegas menjemputmu
Di batas hatiku yang rubuh
Tempat kita memulai rindu
Dan air mata memecah batu
Mengapa patah mimpi
Sedang cinta kian memutih
Doa kubangun dari nurani
Menghirup hatimu yang melati
Haruskah kupeluk lebih lama lagi
Kau hanya tinggal sunyi
Biar kupatahkan hujan
Yang pelan-pelan merembes di jantung malam
