RIWAYAT JAHANAM

DI HADAPAN AULIYA

Jika matamu barangkali tak melihat
babak kesahihan dalam taslim ini
maka sebuah mimpi datang memahami
lapang dada seseorang membelah diri
yang saleh kini,
membumi munajat dan dzikrus shalihin

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Entah berkat diriku atau dirimu
yang menggapai limpahan kasih Tuhan
sebab silsilah pada penghulu Alaydrus
makrifat dalam diri sang alim
hingga tumpah ruah shahibul haul
menembus sinar hamparan tanah lapang

Ternyata, sayatan rayap kecil itu mencengkeram hati seseorang,
hingga isi kepalamu penuh dengan ukiran jimat seberang.

BIKAIKAJIN

Di halaqoh tercinta ia duduk tenang
bersama kitab pujaan bangsa-bangsa salaf
Menggerisik hingga tertiup bait-bait usang
meluap penuh sebelum Kausenyapkan larang

Mereka memandang takjub saat
malam bergemuruh berebut kitab-kitab pujaan
Sedang kau hanya ingin bertanya perihal
bulan yang menyigi di antara kaum jejaka

Sesaat mereka membisu,
kau menggondol waktu-waktu azimat
sembari menodong tembakan
mengarah kepala Abah Zuhdy

Sayang, di tempat ini, wajahmu membelah
bagai bulan yang disinari mentari gemerlapan

DOA AWAL KEMENANGAN

Ilahi Anta Maqshudi, wa Ridhoka Mathlubi
A’thini Mahabbataka wa Ma’rifatak

Tinggalkan Balasan