RIWAYAT JAHANAM

Sebelum puja-puji kemerlapan menghadiri ingatan, barangkali ia tak sadarkan, betapa “kemenangan” tak selalu tentang busana yang merapal perayaan akbar. Dosa-dosa tumpah di keruh jurang abu, melebur pada tahniah yang memugar segala cela, serta doa-doa menyisa kerelaan saat awan temaram.

Sepanjang takbir menggaung lekuk sesal, semacam waham jatuh dari langit meremas jantung, pedar hati—tak abaikan jika abdi telah bertekad mencabik-cabik kesilapan. Memohon ampunan pada tanah lapang ataukah sekadar memandang sendu ke sepasang mata belang?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Semoga, adalah harapan bertahun-tahun mengenang sepanjang kedambaan bersauh. Sementara berkat hari raya, ihwal almanak yang ia sanjung menggertakkan keteduhan di antara hantaran tamu-tamu agung tatkala kelasak telah rapat, kemudian kebaikan serupa diamini oleh para malaikat”

RIWAYAT TENTANG JAHANAM

/1/

Jibril menjunam semesta ke batang-batang sayapnya, mengalir butiran kawah yang dibawanya dari Hamalat, meruyup abadi bahwa ayat sufi yang satu ini terlampau penuh tangis dan teka-teki. Seperti hari ini, bumi diganjar berbagai pepohonan rindang supaya dapat memerangi jisim yang telah mati, sedang Rasul menyeligi dalam hati jenawi—saat Jibril memisikkan beberapa ayat Ilahi.

/2/

Sementara Umar, merisik pada riuh keheningan Fatimah perihal ayat-ayat makkawi. Dan tiba pekikan cela—hanyut di muara iman, juga puing-puing gemerlap. Selimut usang bertambalkan dua belas sulaman kulit kayu kurma ia saksikan, tak sudi seperti putri kaisar menetar: baju sutra harir dan sundus. Sedang Fatimah mendekap ayat-ayat saat memanggil duka ratapan.

/3/

Bagaimana aku tidak menangis, ayat Jibril telah mengais tempat mereka pada neraka nantinya. Dosakah bila kuperjuangkan ikrar-ikrar yang tumpah pada seluruh umatku. Pintu paling ringan menyadik tujuh puluh ribu gunung neraka—pada ujungnya, seribu pegari lembah api—terdapat tujuh puluh juta istana api berkeping-keping ruang api dan tujuh puluh juta macam siksa yang menyilang.

/4/

Tinggalkan Balasan