Di tengah gempuran era digital, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur menghadirkan tradisi unik. Setiap santri baru harus melakukan riyadlah selama 41 hari.
Selama 41 hari pertama itu, santri baru dipisahkan dari kontak dengan dunia luar, tanpa komunikasi dengan keluarga maupun kerabat. Kegiatan ini diberi nama masa ta’aruf santri.

Apa manfaat dan tujuannya? Riyadlah ini bukan sekadar memutus akses dengan dunia luar, tetapi menjadi ruang kontemplasi dan penyesuaian diri bagi para santri baru.
Di era digital yang serba instan, mereka diajak untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, menjalin pertemanan dan membangun rasa kekeluargaan antarsantri.
Apa saja manfaat yang bisa dirasakan oleh semua santri baru dengan tradisi ini? Berikut adalah beberapa manfaat positif dari masa ta’aruf ini:
Membangun Kemandirian dan Ketahanan Mental
