Tradisi Unik Santri Baru Pondok Sukorejo

Di era digital yang penuh distraksi, Riyadlah pada masa ta’aruf ini mengajak santri untuk merenungkan diri dan menemukan makna kehidupan yang sebenarnya. Mereka didorong untuk lebih dekat dengan Allah SWT dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat hidup.

Menjadi Solusi Adaptasi

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Riyadlah 41 hari memang bukan solusi instan untuk membuat semua santri langsung kerasan di pondok. Namun, tradisi ini terbukti efektif dalam membantu santri baru beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun mental yang kuat, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap pesantren.

Lebih dari sekadar ta’aruf (perkenalan), Riyadlah 41 Hari ini menjadi pengalaman berharga bagi para santri baru. Di era digital yang penuh gempuran, tradisi ini memberikan ruang untuk kontemplasi, penemuan jati diri, dan penguatan nilai-nilai agama dan moral. Hal ini menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menempuh pendidikan dan kehidupan di masa depan.

Seperti kita ketahui betapa pengaruh gadget sangat tidak bisa dipisahkan dari keseharian santri baru sebelum masuk pesantren. Masa taa’ruf inilah solusinya agar santri baru lupa pada kebiasaanya dan segera move on dengan dunia baru dan teman baru pasca-ta’aruf.

Tinggalkan Balasan