Asy’ariyah: Antara Rasionalitas dan Toleransi

Di tengah kemunculan berbagai aliran pemikiran yang cenderung mengaburkan hakikat ajaran Islam dalam aspek akidah, pertanyaan yang sering muncul adalah: “Mengapa kita perlu mengikuti mazhab Asy’ariyah dalam akidah?”

Pertanyaan tersebut bukan sekadar menyangkut identitas formal, melainkan berkaitan langsung dengan upaya menjaga kemurnian ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana diwariskan oleh mayoritas ulama umat Islam sepanjang sejarah. Memahami karakteristik mendasar dari mazhab Asy’ariyah dapat menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam kitab Asy’ariyyūn Ana, Syekh Salim Abu ‘Asyi—seorang pakar tafsir, akidah, ushul fikih, dan ilmu logika di Al-Azhar Asy-Syarīf—menjelaskan dua karakteristik mendasar yang menjadi ciri khas mazhab Asy’ariyah atau Ahlussunnah wal Jamaah. Dua karakteristik tersebut adalah, pertama, perpaduan antara logika akal dan petunjuk wahyu dalam memahami kalam ilahi.

Mazhab Asy’ariyah menempatkan akal dan wahyu bukan sebagai dua kutub yang saling bertentangan, melainkan sebagai dua unsur yang saling melengkapi. Wahyu adalah cahaya petunjuk dari Allah, sedangkan akal adalah lentera dalam diri manusia yang digunakan untuk menalar, memahami, dan menyelami makna di balik teks suci, yaitu Al-Qur’an. Tanpa bimbingan wahyu, akal bisa terjerumus pada kesimpulan yang keliru.

Tinggalkan Balasan