Optimalisasi Pembelajaran Daring Madrasah Berbasis Pesantren

Dikutip dari bisnis.com, Senin, 2 Juni 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, akan melakukan mitigasi dan sinergi agar bisa menerapkan protokol kesehatan bagi pondok pesantren yang akan menyambut kedatangan santri kembali melakukan aktivitas dalam koridor normal baru. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi daerah-daerah lain juga sudah memulai normal baru.

Beberapa pesantren telah menyatakan diri memasuki normal baru secara bertahap sejak 2 Juni 2020. Hal ini juga mendorong madrasah yang berbasis pondok pesanten ikut melaksakan kegiatan pembelajaran. Tetapi, dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebagian besar tetap melakukan Belajar Dari Rumah (BDR).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal terebut berlaku khususnya bagi madrasah yang berbasis pondok pesantren yang berada dalam zona merah atau luar pulau. Persoalannya, apakah belajar dari rumah (BDR) itu efektif? Apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan BDR?

Untuk mengopitimalkan BDR, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang  tua siswa harus bekerja sama. Berikut hal-hal yang bisa diaplikasikan dalam mengoptimalkan BDR.

Pertama, bekerja sama dengan seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk membuat regulasi dan menentukan aplikasi daring yang bisa dipakai oleh guru dan siswa. Dengan pemililhan aplikasi yang bisa dipakai oleh guru dan siswa, akan memudahkan pelaksanaan pembelajaran daring di madrasah berbasis pesantren.

Tinggalkan Balasan