Akhlak Beragama

Dari riwayat Sunan Kudus itu kita tahu, bahkan beribadah pun, menjalankan perintah agama pun, tak boleh mengesampingkan akhlak. Empati dan toleransi terhadap sesama manusia adalah bagian dari apa yang sesungguhnya kita maksudkan sebagai akhlak. Dan inilah tugas kenabian yang sesungguhnya: menyempurnakan akhlak manusia.

Jika merujuk pada riwayat Sunan Kudus itu, kita tahu dalam banyak peristiwa, banyak orang menjalankan perintah agama tapi dengan mengesampingkan akhlak. Beragama tapi tak berakhlak. Misalnya, salat berjamaah di tengah jalan atau menggelar pengajian dengan menutup akses publik. Mentang-mentang sedang menyembah Tuhan, hak-hak publik dilecehkan. Seakan-akan, ketika kita sedang berurusan dengan Tuhan, sedang mengibar-ngibarkan bendera suci agama, urusan orang lain harus dikesampingkan. Tak ada empati. Tak ada toleransi. Tak ada tertib publik.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Itulah yang oleh Gus Mus —KH Mustofa Bisri— disebut “mengajak orang ke surga, tapi yang ditempuh justru jalan ke neraka.”

Tinggalkan Balasan