Ayah berkata, “kamu anak buruh tani
jangan lagi bermimpi”
Ibu menyela, “kamu anak lelaki
tugasmu menjunjung bumi”

Oh, hidup yang tak bisa memilih
adakah beban yang lebih menindih
seperti lambai daun nyiur tertahan
menunggu angin berubah haluan
Ah, namaku Wayan Trima
tentu hidupku lekas dilupa
oleh ingatan manusia
yang tak lagi meraja
ilustrasi: pikist.com
