Selain itu, upaya revitalisasi Arab Pegon juga bisa dilakukan dengan memperkenalkan program-program pembelajaran interaktif, baik di kelas maupun melalui platform daring. Ini bisa melibatkan pelatihan khusus, seminar, dan lokakarya yang memberikan santri pengalaman langsung dalam menulis dan membaca Arab Pegon.
Selain meningkatkan keterampilan, program ini juga bisa memperkuat rasa bangga santri terhadap warisan budaya mereka. Dengan metode ini, santri bisa memahami bahwa Arab Pegon tidak hanya penting untuk pendidikan mereka, tetapi juga merupakan bagian dari identitas yang memperkaya kehidupan mereka.

Di masa depan, Arab Pegon bisa berfungsi sebagai simbol literasi lokal yang memperkuat jati diri pesantren. Ketika banyak aspek kehidupan kita diseragamkan oleh globalisasi, menjaga Arab Pegon adalah langkah untuk mempertahankan kekayaan literasi lokal yang unik dan membedakan pesantren dari lembaga pendidikan lainnya. Pesantren memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi benteng pertahanan tradisi ini, agar generasi mendatang tidak kehilangan warisan keilmuan Islam yang begitu kaya.
Arab Pegon mungkin terlihat kuno di mata sebagian orang, tetapi sesungguhnya aksara ini memiliki nilai yang lebih dari sekadar tulisan. Setiap huruf Arab Pegon adalah cerita dan warisan dari ulama-ulama Nusantara yang menyebarkan Islam di tanah air. Setiap santri yang belajar Arab Pegon adalah bagian dari rantai panjang sejarah dan tradisi yang menghubungkan kita dengan masa lalu. Apakah kita siap membiarkan rantai ini terputus begitu saja? Ataukah kita akan memperjuangkan agar Arab Pegon tetap hidup di tengah perubahan zaman?
Melalui Pesantren Nurul Qarnain dan beberapa pesantren lain yang masih setia menjaga Arab Pegon, kita melihat bahwa upaya melestarikan aksara ini masih mungkin dilakukan. Pesantren yang menjaga tradisi ini memiliki peran penting dalam merawat sejarah literasi Islam di Nusantara, agar tetap menjadi bagian yang hidup dalam kehidupan santri.
Jika pesantren lain bisa mengikuti langkah-langkah seperti yang dilakukan di Nurul Qarnain, Arab Pegon akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di tengah arus zaman yang terus berubah.
