Di tengah ramainya dunia dakwah yang kerap kali dipenuhi oleh sosok-sosok tersohor, ada sosok lain yang sering luput dari perhatian: kiai desa atau kiai langgaran.…
View More Kiai Desa di Langgar KecilKategori: Opini
Tambang, Maslahat, dan Luka Ekologis: Pandangan Pesantren
Pernyataan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla, yang menyebut bahwa “menjaga lingkungan itu penting, tetapi mengelola tambang itu juga maslahat”, menjadi topik…
View More Tambang, Maslahat, dan Luka Ekologis: Pandangan PesantrenKontroversi Tambang dalam PBNU
Sebagaimana yang kita saksikan, akhir-akhir ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk mengelola tambang. Keputusan ini menuai kontroversi di kalangan…
View More Kontroversi Tambang dalam PBNUSaya Siap Menjadi Wahabi (Lingkungan)
Saat ini isu tentang pertambangan nikel di Raja Ampat semakin menjadi-jadi. Apalagi banyak dari tokoh yang mulai angkat suara terkait isu tersebut. Banyak yang memilih…
View More Saya Siap Menjadi Wahabi (Lingkungan)Raja Ampat dan Antroposentrisme Sekuler
Di ujung timur Indonesia, tersebar gugusan pulau yang keindahannya bagai serpihan surga yang jatuh ke bumi—Raja Ampat. Lebih dari sekadar destinasi eksotis, wilayah ini adalah…
View More Raja Ampat dan Antroposentrisme SekulerSetelah Tambang Tiada: Tafsir Ekologi Seorang Santri
Ada yang pelan-pelan tumbuh dari luka: harapan. Raja Ampat, gugusan surga yang jatuh di timur Nusantara itu, selama beberapa waktu terakhir menjadi panggung sunyi bagi…
View More Setelah Tambang Tiada: Tafsir Ekologi Seorang SantriMenukar Surga dengan Sekop Tambang
Malam itu, sunyi nyaris seperti ruang kosong di antara dua detak jam. Tik-tok. Saya sedang tenggelam dalam kerja sunyi menerjemahkan Islāḥ al-Māl untuk sebuah penerbitan…
View More Menukar Surga dengan Sekop TambangSurat Ketiga: Kepada Pak Darmanto Jatman (16 Agustus 1942–13 Januari 2018)
Pak Dar, Pada Semaan Puisi Edisi 81, Kamis, 12 Juni 2025, saya sedang berada di pinggiran Yogyakarta—tepatnya di Kali Bedog, Gamping, Sleman. Meski secara fisik…
View More Surat Ketiga: Kepada Pak Darmanto Jatman (16 Agustus 1942–13 Januari 2018)Santri dan Tanggung Jawab Intelektual
Dalam tradisi pesantren, kita diajarkan untuk mencintai ilmu dengan sepenuh hati. Kita belajar nahu, saraf, balaghah, manthiq, bahkan hingga ilmu hadis dan ushul fikih, sebagai…
View More Santri dan Tanggung Jawab IntelektualEmpirisisme vs Rasionalisme: Dialektika Nalar di Pesantren
Pondok pesantren, sejak masa awalnya, telah menjadi ruang dialektika yang hidup antara tradisi dan nalar. Di balik dinding-dinding surau dan gelaran tikar di bawah cahaya…
View More Empirisisme vs Rasionalisme: Dialektika Nalar di Pesantren