Sejak virus Corona melanda, Lemka mengubah metode pembelajaran kaligrafi, yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini dilakukan secara online. Dengan begitu, santri bisa tetap mengikuti pelajaran kaligrafi dari rumah masing-masing. Pembelajaran kaligrafi online dilakukan melalui aplikasi perpesanan video, seperti Whatsapp ataupun Zoom.
“Jauh hari sebelum dilakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah dan provinsi, para santriawan dan santriwati kami mudik ke kampung halamannya karena saat itu libur. Namun, saat akan kembali lagi, sudah diberlakukan PSBB. Mereka belum bisa kembali lagi ke sini. Jadi, kami mengubah pola pembelajarannya dengan cara online,” kata Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pesantren Lemka, Hilmi Munawwar, seperti dikutip Media Indonesia belum lama ini.

