DUGUP SUNYI

Metrum

Bercak langkah-langkah panjangmu

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Gugur semi jiwa ragamu

Terdera bidukmu terombang-ambing

Karam dan bangkit nyanyimu hening

 

Katamu, “kesunyian adalah sejatimu

Berdamailah

Pada kesunyian-kesunyian lain.”

 

Debur ombak di dadamu

Lengking dendam yang tenggelam

Ditelan samudramu yang kian legam

Bukti putih palung-palungmu

 

Kau bilang, “Kekerdilan adalah alam rahimmu

Mengertilah

Pada kekerdilan-kekerdilan lain.”

 

Ahoy, bara apimu yang dingin

Sorot matamu yang bening

Aku ingin singgah di bawah beringin

Tamanmu yang hijau kemuning

 

“Kita semua terlahir dari gumpalan ringkih dan alpa

Lalu saling mengaku dan berlomba-lomba

Dan lupa, dan sering kali lupa.” ucapmu,

Sebelum tangis kita terpisahkan, dan aku

Menuliskanmu di persimpangan yang asing

***

Gigir Cakrawala

Lelangkah penuh di bentala caya yang redup remang.

Lalu riak riuh jilatan apimu yang terus tergerus

nyanyian ritmis

Tinggalkan Balasan