Pada janji dan kita.”Mari pulang”.
***

Doa
“Kebisingan langit, kebisingan bumi, memekik
Gelombang sukma, gelombang di dada, buncahlah.”
Lalu hujan
Penuhi kubangan
Gersang dan penggalan doa diguyur
Mimpi-mimpi yang tersesat
Masuki labirin yang penuh dadu
Sedang apakah kita?
Mencari keberuntungan
Atau membeli takdirkah?
***
Dzulhijjah
Gemigil dada yang tumpah
dibawah rindang pohon akasia
ketika langit menggema dan
remang diam dihujani tuah
semerbak, seperti perkawinan
bunga-bunga dalam cerita
“aku di sini, kemarilah, biarkan
dahagamu…”
yang terperih disebabkan sisa kekangan bangkai serigala
perih yang disebabkan sandiwara detik yang merahasia
perih yang disebabkan silau warna nampak seperti indah
“…digerus
cawanmu, dan luka berdarahmu
dibasuh.”
