DUGUP SUNYI

Pada janji dan kita.”Mari pulang”.

***

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Doa

“Kebisingan langit, kebisingan bumi, memekik

Gelombang sukma, gelombang di dada, buncahlah.”

 

Lalu hujan

Penuhi kubangan

Gersang dan penggalan doa diguyur

Mimpi-mimpi yang tersesat

Masuki labirin yang penuh dadu

 

Sedang apakah kita?

Mencari keberuntungan

Atau membeli takdirkah?

***

Dzulhijjah

Gemigil dada yang tumpah

dibawah rindang pohon akasia

ketika langit menggema dan

remang diam dihujani tuah

semerbak, seperti perkawinan

bunga-bunga dalam cerita

 

“aku di sini, kemarilah, biarkan

dahagamu…”

 

yang terperih disebabkan sisa kekangan bangkai serigala

perih yang disebabkan sandiwara detik yang merahasia

perih yang disebabkan silau warna nampak seperti indah

 

“…digerus

cawanmu, dan luka berdarahmu

dibasuh.”

Tinggalkan Balasan