Filosofi Lapar

Faedah Lapar

Dr. Zaprulkhan, S. Sos.I, M.S.I. (2015: 70-76) menjelaskan lima faedah lapar sebagaimana pernah diterangkan Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin. Pertama, lapar membersihkan hati dan menyibak tirai yang menutupi mata hati. Rasa lapar membersihkan hati kita dari sifat tamak dan rakus. Rasa lapar mengobati jiwa kita dari penyakit riya dan dengki. Dengan lapar kita diajak untuk memikirkan sesuatu yang bernuansa spiritual, bukan hanya sesuatu yang berbentuk material.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kedua, lapar melembutkan hati sehingga bisa merasakan kelezatan dan terkesan dalam berzikir. Kita mungkin sudah lama beribadah kepada Allah. Salah satu ibadah yang rajin kita laksanakan adalah zikir, mengingat Allah. Yang jadi persoalan, sudahkah kita merasakan kelezatan berzikir? Sudahkah zikir-zikir yang kita lakukan selama ini memberikan kesan dalam hati dan jiwa kita? Kalau belum, mungkin ketika berzikir kita selalu dalam keadaan kenyang. Perut kita penuh dengan makanan dan minuman. Padahal sewaktu dalam kondisi kenyang kita akan sulit merasakan lezatnya zikir.

Ketiga, lapar menyebabkan hawa nafsu menjadi hina dina sehingga tidak mampu menyombongkan diri dan mengkufuri nikmat. Hawa nafsu senantiasa mengajak kita pada puncak kepongahan. Hawa nafsu pandai membuat kita lalai pada kelemahan sejati kita. Gejolaknya yang membara acapkali melengahkan kita dari ketidakberdayaan dan kehinadinaan kita. Padahal kelemahan dan ketidakberdayaan merupakan karakter sejati kita sebagai manusia. Sedangkan hawa nafsu tidak dapat lemah dan hina dengan apa pun selain dengan lapar dan dahaga.

Tinggalkan Balasan