Gus Yaqut dan Regulasinya

Bahkan terdapat ungkapan seorang pemuka adat dalam tayangan video yang beredar mengharamkan tanah lokal daerahnya diinjaki Menag Yaqut. Baginya, seolah mewakili masyarakat beragama di daerahnya, Islam di sana dianut begitu murni sehingga karena sematan negatif yang muncul, Menag Yaqut hanya akan mereduksi kesucian agama di sana.

Upaya menjawab hal ini, teori semiotik pragmatis oleh filsuf Charles Sanders Peirce bisa dihadirkan, di mana terdapat tangkapan makna fenomologis atas suatu pernyataan (represantamen) menghasilkan suatu interpretasi semu melalui proses kognitif dan analisis objek yang kurang tepat (interpretan).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pernyataan Gus Yaqut menjadi hal yang paradoks karena proses kongnitif yang dijalani tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi terdapat semacam plesetan konklutif di mana suatu analogis (penisbatan) menjadi hal bertentangan secara sepintas karena proses dialektika pengetahuan yang tidak tepat. Seorang filsuf Jerman Friedrich Hegel mengilustrasikan itu dengan proses dialektik pengetahuan yang fatal akibat konsep menolak (antitesis) yang diajukan ambigu sehingga pengetahuan yang didapat menjadi semu (sintesis).

Selanjutnya, adalah masalah hedonisme virtual yang mengeksplor pemberitaan cenderung mendramatisasi objek secara berlebihan. Seorang intelektual muslim, Ulil Abshar Abdallah dalam cuitan komentarnya mengungkapkan itu dengan satire, “Bukan membandingkan adzan dan dan suara anjing. Yang dibandingkan adalah regulasi, pengaturan. Apa masalahnya membandingkan antara aturan soal adzan dan suara anjing? Sekali lagi, yang dibandingkan adalah aturannya. Tetapi media ingin “click”, lalu di-twist,”

Hedonisme virtual adalah jalan mulus dengan memanfaatkan jejaring dunia maya dalam menyusupkan kehendak personal. Radikalisme dan paham senada juga sejauh ini cukup berhasil karena bisa menggunakan peluang dalam mengeksplor ihwal virtual. Menghadapi hal itu, menurut Gus Mus keshalehan umat tidak hanya berkutat dengan masalah ilahiyah dan hubungannya secara kemanusiaan, melainkan juga bermoral dengan saleh virtual.

Tinggalkan Balasan