Membahas KH Abdul Basith, saya justru teringat dengan Gus Dur, sosok yang tak asing dalam cerita kehidupan Kiai Basith. Ada beberapa riwayat yang menyebutkan, setiap Gus Dur ke Pondok Pesantren Annuqayah, pasti berkunjung di kediaman Kiai Basith.
Ada satu kesamaan yang seakan di antara keduanya, yaitu semangat dan ghirah dalam belajar dan menyebarkan ilmu.
Gus Dur, meski dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri untuk belajar dan memikirkan perihal keummatan. Begitu juga dengan KH Abdul Basith. Meski sedang sakit, Kiai Basith tetap mengajar dan berkarya.

Saat masih berstatus menjadi santri di Annuqayah, saya sempat menyaksikan sendiri dengan rasa salut dan mata berkaca-kaca. Meski kurang sehat, Kiai Basith tak surut semangatnya dalam mendidik santri. Kiai Basith juga dikenal aktif dalam organisasi ke-NU-an.
