Jalan Pelopor Pesantren Modern

Terakhir, mengelaborasi dan mengaktualisasi pandangan ahlusunnah wal jamaah sebagai nilai-nilai keislaman yang santun, ramah, dan tetap melestarikan budaya kepesantenan sebagai warisan peradaban (Halaman 80).

Dari keempatnya, terdapat perpaduan yang serasi dan dinamis. Seperti yang sudah dijelaskan (halaman 108), nilai-nilai sosial keagamaan diterapkan sebagai bentuk tanggung jawab atas keberadaan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Hal ini didasari oleh makna tafaqquh fiddin, yaitu mengerti, memahami, dan mendalami seluk beluk ajaran agama Islam dengan paripurna sebagai bekal hidup di masyarakat dengan latar belakang profesi apa pun (halaman 109).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain itu, masih ada faktor lain, yaitu memperkokoh akhlak sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai agama di tengah-tengah masyarakat. Untuk mengiringi perjalanan zaman, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor mengubah pola pikir sejarah kepesantenan di Indonesia dengan menerapkan kurikulum pendidikan umum. Hal ini sebagai bentuk menyambut berkembang serba modern yang tidak mungkin lagi terbendung. Tentu saja,  jalan satu-satunya adalah melihat kemajuan abad sebagai nikmat yang perlu disyukuri tanpa harus menghapus nilai-nilai tradisi dan sejarah kepesantrenan.

Data Buku:

Tinggalkan Balasan