Pada masa kepemimpinan Kiai Mawardi inilah, Pesantren Jalen berubah nama menjadi Pesantren Al-Ashriyah, namun tetap menerapkan sistem pendidikan bercorak pesantren salaf. Kitab yang dipelajari meliputi bidang fiqih, tauhid, nahwu, shorof, tafsir, dan hadits. Secara khusus, dalam perkembangannya pesantren ini lebih dikenal sebagai pesantren tasawuf. Hingga saat ini, Pondok Jalen atau Pesantren Al-Ashriyah masih eksis. Santrinya memang tak sebanyak dulu, tapi warisan keilmuannya sudah turut menyemarakkan perkembangan pondok pesantren di Tanah Air.
