Jangan Bercerai di Masa Pandemi

Keempat, mencegah konflik. Untuk menghindari munculnya konflik, masing-masing pasangan harus bisa mendahulukan kepentingan keluarga daripada kepentingan individu. Misalnya, dengan mengalokasikan peran dan sumber daya secara adil, serta menuntut akuntabilitas peran yang disepakati bersama.

Kelima, membangun hubungan yang harmonis. Setiap pasangan dalam satu keluarga perlu membangun, memelihara, menguatkan pemahaman dan penerimaan suami istri terhadap pembagian peran, fungsi, dan tugas agar terciptanya kehidupan harmonis antar-keluarga.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Keenam, interaksi orang tua dan anak. Di sini diperlukan masing-masing pasangan mampu menjalin komunikasi intensif yang baik dengan anak agar anak-anak dapat menerima keadaan dengan sikap yang baik.

Ketujuh, membangun kasih sayang. Setiap pasangan dalam satu keluarga perlu mengajarkan pada setiap individu untuk saling membantu dan saling mendukung di tengah kesulitan ini agar timbul rasa kasih sayang pada diri mereka.

Demi mengamalkan sunah Rasul, ada baiknya mengambil hikmah dari adanya pandemi saat ini. Yakni, menjadikan pandemi ini sebagai sarana untuk menguatkan ikatan antar-individu. Bagaimanapun juga, perceraian bukan solusi yang terakhir dalam menyelesaikan masalah. Bahkan, bisa jadi perceraian ini akan membawa masalah-masalah baru terhadap diri kita. Karena, dari keluarga yang harmonis akan membuahkan banyak dampak positif untuk bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan