Jejak Sastra dari Bilik Pesantren

“Karena Madura saat ini merupakan daerah sastra. Banyak sastrawan-sastrawan Madura saat ini sangat fenomenal di dunia sastra, utamanya para penyair-penyair muda yang begitu subur lahir dari Tanah Garam itu. Karya mereka tampak unik sekali, lain daripada yang lain. Artinya, memiliki kekhasan yang menjadikan sastra Indonesia memiliki warna baru (hal. 3).”

Sastrawan Annuqayah

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagai basis penelitian, Pesantren Annuqayah, Sumenep, dalam catatan etnografi buku ini mencatat begitu banyak sastrawan yang berpendidikan dari pesantren yang lahir lebih dari satu abad yang lalu. Dari generasi awal seperti KH Moh Ilyas Syarqawi, KH Abdullah Sajjad Syarqawi, KH Moh Ashiem Ilyas, KH Moh Mahfudz Husaini, KH Ishomuddin Abdullah Sajjad, KH Abdul Basith Abdullah Sajjad, KH Moh Sa’di Amir, Prof Dr KH Abd A’la, MAg, Dr KH AAfif Hasan MPd, Drs KH A Hanif Hasan, KH A Hamidi Hasan, KH A Farid Hasan, KH Moh Abbadi Ishom MA, KH Muhammad Muhsin Amir, K M Zamiel El-Muttaqien, K M Faizi, K Muhammad Affan, K Muhammad Irfan AW, K Muhammad Shalahuddin, M Hum, dan lain-lain (hal. 34). Mereka adalah keluarga besar Annuqayah yang telah menorehkan karya sastra dengan beragam materi.

Kenyataan di atas telah menghasilkan berbagai karya sastra sebagai bagian dari “dalil” bahwa dari pesantren lahir banyak sastrawan. Tentu saja jika dari pengasuh saja sudah melahirkan berbagai karya sastra, maka para santri menjadi lebih termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Maka lahirlah santri-santri sastrawan yang kemudian karyanya menghiasi berbagai media massa. Hingga saat ini, sastrawan dari kalangan santri menjadi pengisi utama di berbagai platform media, baik cetak, maupun digital.

Hal tersebut menjadi sebuah bukti bahwa keberadaan pesantren di kancah sastra adalah sebuah realita. Kenyataan yang tidak dapat diabaikan, karena mengabaikannya adalah sesuatu yang cacat logika. Buku ini menjadi bukti sejarah dan sebuah jejak catatan abadi yang akan semakin memperkuat eksistensi sastra pesantren.

Tinggalkan Balasan