Jika Al-Qur’an Sudah Sempurna, Kenapa Butuh Qiyas?

Maka dari itu, al-Imam Ibnu Qoyyim mengatakan dalam kitabnya I’lamul Muwaqi’in, bahwa pemahaman terhadap teks Al-Qur’an dibagi menjadi dua.

Pertama,  Haqiqiyyah: Pemahaman yang sesuai dengan kehendak pihak pembicara (Mutakallim), dalam konteks ini adalah Allah azza wa jalla.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kedua, Idlofiyyah: Pemahaman yang tergantung dengan pengetahuan manusia, kecerdasan, serta kebersihan hatinya.

Dalam kerangka pemahaman haqiqiyyah mungkin ayat-ayat Al-Qur’an sudah sempurna dan final, sehingga tidak membutuhkan selainnya. Sedangkan, dalam kerangka kedua, idhofiyyah, pemahaman terhadap Al-Qur’an tergantung seberapa cerdas dan seberapa banyak pengetahuan manusia.

Sehingga, dalam pemahaman idhofiyyah ini pengetahuan manusia berbeda-beda, sebab pemahaman dan kecerdasan manusia juga demikian. Maka dari itu, untuk mencapai kesempurnaan Al-Qur’an dirumuskanlah kerangka berpikir yang disebut dengan qiyas ini.

Tinggalkan Balasan