Karomah Mbah Kholil (1): Pencuri pun Jadi Patung

Setelah sekian lama merasa tidak diperhatikan, mereka kemudian memutuskan untuk pulang. Di benak mereka hanya ada kalimat “qama zaidun” yang mereka sendiri tidak paham arti dan maksudnya. Dalam hati mereka berkata bahwa kejadian pencurian tidak akan pernah teratasi. Sebab, Mbah Kholil tidak memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Mereka merasa bahwa pencurian itu akan terus terjadi dan tentu saja mereka akan semakin resah.

Namun, sebuah keanehan terjadi. Sesampainya mereka di kampung halaman, di tengah-tengah kebun mereka (pada saat itu musim tanam buah mentimun) ada seseorang (beberapa) yang ditengarai sebagai pencuri yang selama ini beraksi. Orang itu terlihat hanya berdiri. Tidak dapat bergerak, bahkan duduk pun tidak bisa. Dari raut wajahnya terlihat pias dan penyesalan yang amat sangat. Dan benar saja, ia adalah pelaku pencurian yang selama ini sangat meresahkan masyarakat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Demikian itu, ternyata “mantra” qama zaidun (Zaid berdiri) yang dilontarkan oleh Mbah Kholil merupakan karomah. Hingga pencuri pun tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berdiri di tempat dengan ketakuatan yang luar biasa. Tetapi, masyarakat kembali resah dan bingung karena pencuri itu tidak dapat berbuat apa-apa. Hanya berdiri mematung. Menjadi patung. Akhirnya mereka pun kembali kepada Mbah Kholil dan menuturkan kejadian aneh itu. Mbah Kholil memberikan bacaan lain dan disuruh diusapkan di wajah si pencuri itu.

Tinggalkan Balasan