Kartini

KARTINI DI ZAMAN SUNYI YANG BERISIK

KARTINI DI ZAMAN SUNYI YANG BERISIK 

Pada hari ini, Hari Kartini,
kami tak hanya menyebut namamu, Raden Ajeng Kartini
kami mencoba membaca ulang lukamu,
yang tersembunyi di balik huruf-huruf panjang dalam Habis Gelap Terbitlah Terang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kartini,
di zamanku, dunia tak lagi sunyi—
namun justru terlalu bising.
Suara bersahutan di ruang maya,
namun kebenaran sering kehilangan makna.

Kami belajar di pesantren,
mengaji kitab demi kitab,
menyusun makna dari huruf-huruf Arab
yang dulu juga kau cintai dalam diam.

Namun kami bertanya—
apakah ilmu telah benar-benar memerdekakan?
Ataukah ia hanya menjadi hafalan
tanpa keberanian untuk menghidupkan?

Kartini,
dulu kau melawan gelapnya tradisi yang membelenggu,
hari ini kami melawan terang yang menipu—
di mana kebebasan kadang kehilangan arah,
dan adab perlahan ditinggalkan.

Di antara sarung dan sajadah,
kami mencoba merawat warisanmu:
bahwa perempuan bukan sekadar peran,
melainkan peradaban.

Bahwa ilmu bukan sekadar gelar,
melainkan jalan menuju kemuliaan.
Dan bahwa iman harus berjalan beriringan
dengan keberanian berpikir.

Kartini,
jika kau hidup hari ini,
mungkin kau akan menulis lagi—
bukan tentang pingitan,
tetapi tentang jiwa yang terkungkung dalam keramaian.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan