Kiai Syibli dan Sanksi yang Nyeleneh

Namun, dugaan kami salah. Setelah balik ke pondok, kami (yang pulang) dipanggil untuk menghadap dan disanksi. Saya sendiri pun pasrah dengan sanksi yang dijatuhkan oleh beliau, apapun bentuknya, karena statusnya saya memang salah. Ternyata, tak disangka, sebagian (baca; sedikit) rambut saya dicukur nyaris botak. Hanya sebagian, tidak keseluruhan. Sisanya, disuruh potong sendiri ke tukang pangkas rambut. Malunya bukan main. Saya ditertawakan oleh pelanggan dan tukang pangkasnya. Tapi, bagi saya itu pengalaman berharga, sekaligus cara saya menebus kesalahan terhadap seorang guru.

Kedua, Mendorong motor yang mogok sampai pom bensin. Beberapa teman pondok saya juga mengalami hal yang serupa. Beberapa dari mereka yang terbukti melanggar juga mendapatkan sanksi yang konyol dan unik. Sanksi lain yang terbilang menarik adalah mendorong motor mogok sampai ke pom bensin yang sudah ditentukan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menurut pengakuan teman saya itu, capeknya tidak seberapa, malunya itu yang “subhanallah“. Bisa dikatakan kami bersyukur mendapatkan sanksi-sanksi tersebut. Meskipun agak terkesan memalukan, namun saya pribadi menyebutnya lebih bersahabat dan lebih membuat mental para santri terlatih.

Konon, sanksi-sanksi yang dibuat Ra Boby sebenarnya adalah warisan dari sang abah, Allahumma Ighfir lahu Kiai Hisyam Sidqi. Saya pernah ngobrol dengan beberapa santrinya Kiai Hisyam yang sudah berstatus alumni. Kiai Hisyam juga mengeluarkan sanksi-sanksi yang terbilang unik bagi santri yang melanggar. Bahkan, ada kisah yang menyebutkan, salah satu sanksinya adalah memerintahkan pelanggar untuk menggunakan masker wajah dari kotoran sapi. Wallahu A’lam…

Tinggalkan Balasan