Lebaran di Blok M

Senin (23/3/2026) sore, saya melipir ke kawasan Blok M di Jakarta Selatan. Sungguh tak nyana, di hari ketiga Lebaran, salah satu pusat kuliner di Ibu Kota itu dibanjiri orang berlebaran.

Kawasan kuliner Blok M.

Sehari sebelumnya, saya dikontak seorang karib, Daniel K. Ia tahu saya “berhalangan” mudik Lebaran. Ia ngajak ngopi, dan tempat yang dipilih adalah Blok M. Di sanalah kami janjian bertemu. Tapi saya tak pernah menduga, di musim libur Lebaran, Blok M akan seramai itu. Ia juga merasakan hal yang sama.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jakarta tak sesepi musim Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya sudah saya rasakan sejak naik Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Lenteng Agung. Sore itu, sekitar pukul 15.00 WIB, KRL arah Jakarta Kota penuh penumpang. Banyaknya orang berpergian juga terasa ketika saya harus berpindah moda transportasi. Dari bilangan Kalibata, saya menggunakan Transjakarta menuju Blok M. Penumpang juga berjubel.

Ngopi di Jalan Melawai.

Dari terminal Blok M, saya harus berjalan kaki sekitar 500 meter untuk menuju kedai kopi yang kami sepakati. Saat itulah saya baru sadar, Blok M begitu riuh. Ribuan orang mengalir, mengular, menuju dan mencari tempat-tempat kuliner. Orang-orang berjubel, mengantre dengan antrean panjang untuk memesan makanan pilihan. Untuk menuju kafe tempat saya ngopi, jalanan begitu padat. Kadang harus memiringkan badan agar tak bertubrukan dengan pejalan lain.

Saya ngopi di Jalan Melawai 3. Kafenya berada di antara Blok M Square dan Pasaraya. Lebih dari dua jam saya berada di kafe itu. Di jalan yang lebarnya kurang dari tiga meter itu berderet kafe atau toko makanan lainnya. Semuanya selalu penuh, yang diselingi pelanggan datang dan pergi. Banyak juga yang harus antre.

Selama saya ngopi di situ, arus manusia yang terus bergerak tak pernah putus. Saya selalu menatap wajah-wajah yang berbeda, dandanan yang berwarna-warni, dari begitu banyaknya pelintas. Ada yang rombongan keluarga. Tak sedikit yang bersama teman-temannya. Nyaris tak ada yang melintas sendirian –seperti saya.

Bakda maghrib, kami bergeser ke tempat lain. Kali ini di bilangan M Bloc Space yang berada di Jalan Panglima Polim, berjarak sekitar 700 meter. Kami berjalan kaki, melintasi jalan-jalan seperti Jalan Melewati 1, Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Blok M Hub, dan Taman Literasi Marta Christina Tiahahu. Sepanjang area yang kami lalui, sisi kanan dan kiri jalan berderet toko-toko makanan beraneka ragam, dan semuanya penuh antrean. Jalanan juga masih terasa penuh sesak. Meskipun tak sepadat tempat sebelumnya, M Bloc Space juga begitu ramai.

Dalam hati saya bertanya-tanya, begitu banyaknya orang menikmati liburan Lebaran di kawasan Blok M ini: apakah mereka “berhalangan” mudik seperti saya? Apakah mereka sudah kembali dari mudik? Atau, apakah mereka memang “orang asli Jakarta”? Saya tak punya data untuk menjawabnya. Tapi, yang pasti, saya cukup menikmati dengan keramaian ini. Karena sudah cukup lama saya tak “tersesat” dalam keramaian seperti ini.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan