Liberalisasi Perempuan

Budaya patriarki menciptakan kirisis identitas pada perempuan. Perempuan bingung pada ketidaktahuannya menerapkan fungsi dan nilai yang dianutnya. Sehingga orientasi perempuan selalu berharap mendapatkan lelaki yang mapan. Perempuan hanya mencita-citakan tiga hal dalam hidupnya yakni; keromantisan (cinta), kenyamanan (rumah), dan kemapanan suami.

Kodrat manusia adalah bersikap dinamis, namun budaya patriarki yang menuntut perempuan bersikap statis. Perempuan selalu dianggap dalam posisi lemah dan tidak pantas mengambil kebijakan. Padahal perempuan adalah penerus ideologi kehidupan. Mereka yang menciptakan (melahirkan) kehidupan manusia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lu Yu-Lan menjelaskan bahwa emansipasi perempuan pada dasarnya adalah upaya transformasi yang melibatkan seluruh elemen yang membentuk masyarakat. Perempuan membutuhkan tiga aspek memperjuangkan statusnya, yakni; jaminan negara agar keluar dari mitos yang memenjarakannya, menghargai pekerjaan domestik maupun publik, dan pemberdayaan keluarga.

Dalam kemajuan peradaban teknologi dan informasi, perempuan membutuhkan eksistensi terhadap potensi dalam dirinya. Perlu kesepakatan dan pemahaman mengenai hak kebebasan perempuan mengeksplorasi diri. Meninggalkan budaya konsrvatif patriarki yang lama memenjarakan perempuan dalam penderitaan.

ilustrasi: hitek.com

Tinggalkan Balasan