Melawan dengan Sound Horeg

Itulah kenapa yang menjadi kontroversi kini bukan hanya sound horeg-nya, tapi juga fatwa tentangnya. Sebab, seringkali fatwa dibuat dengan “pilih kasih” dan offside. Biarlah yang ranah publik diatur dengan hukum publik, tak harus menarik-nariknya ke ranah hukum agama. Para tokoh agama tinggal mendorong para pejabat publik untuk menegakkan hukum publik. Toh, sebagai perlawanan dan katarsis, fenomena kesenian rakyat seperti sound horeg itu akan tetap mencari jalannya sendiri. Dibungkam di sini ia akan berteriak dari sudut lain. Dibendung di sini ia melintas di jalur lain. Setidaknya, jika suaranya tak didengar, rakyat tetap bisa mendengarkan suaranya sendiri.

Tinggalkan Balasan