Propaganda lain yang diangkat dan dibongkar Gus Rofiq dalam artikelnya adalah kebiasaan tokoh-tokoh HTI berkunjung ke kiai NU. Mereka datang bukan ingin dekat dan meminta berkah dan doa, tetapi, sepengalaman penulis, mereka datang dengan harapan kalau mau para kiai berkenan masuk HI, atau kalau tidak mau masuk, para kiai bisa melindungi, minimal tidak menyerang gagasan HTI. Dan tujuan penting lainnya untuk mempromosikan ke khalayak ramai, terutama warga NU bahwa HTI dekat dengan para kiai. Propaganda seperti ini juga pernah dilakukan Gus Rofiq saat masih menjadi aktivis di HTI, misalnya berkunjung ke pengasuh pesantren Tebuireng dan Tambakberas (hal. 130-131).
Tentu masih banyak tema-tema lain yang diangkat penulis dalam buku ini, seperti gerakan radikalisme dan negara Islam.

Buku yang sarat pengalaman ini betul-betul bisa dijadikan pengingat bagi kita bersama, betapa secara idiologi HTI masih “hidup” dan masih gencar menebar ancaman bagi keutuhan NKRI dengan propaganda-propaganda mereka yang sepintas menawan tetapi sesunggunya mengandung tipu daya dan rekayasa. Maka, buku ini sangat penting sekali untuk dibaca dan dikaji oleh warga Nahdiyyin, terutama oleh para generasi mudanya.
Data Buku
Judul : Kontranarasi Melawan Kaum Khilafers
Penulis : Ainur Rofiq Al-Amin
Tebal : xii + 268 halaman
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Kertas Isi : Bookpaper
Cover : Soft, Doff, Embos
ISBN : 978-623-6658-16-1
Stok : 150 eksemplar
Cetakan I : 2020
Penerbit : Bildung
