Menembus Ruang dan Waktu: Bercermin Pada Literasi al-Ghazali

Tidak hanya dalam tafsirnya, pengaruh yang nyata dapat dilihat dari usaha KH Shalih Darat yang menerjemahkan salah satu kitab al-Ghazali ke dalam bahasa Jawa, seperti Kitab Munjiyat Metik Saking Kitab Ihya’. KH Shalih Darat, dalam bidang ilmu tasawuf, dianggap sebagai penerus pemikiran tasawuf sunni ortodoks pemikiran al-Ghazali. Oleh karena keterpengaruhan ini, KH Shalih Darat dijuluki sebagai “al-Ghazali al-Shaghir” (al-Ghazali Kecil).

Kembali pada ‘power’ menulis di atas, tampak bagaimana kekuatan ‘tulisan’ mampu menjelajah ruang dan waktu. Kesadaran al-Ghazali terhadap kekuatan menulis saat itu mampu ‘membius’ orang-orang di masa kini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada dasarnya, tidak terbatas pada seorang al-Ghazali. Banyak ilmuwan muslim yang kehidupannya jauh, baik dari tempat maupun zaman, yang berbeda. Para ulama klasik yang populer di masa kini sebagian besar dikenang berkat pemikiran yang tertuang dengan tinta-tinta hitam di atas lembaran kertas. Pemikiran dan nama mereka mengabadi sampai hari ini. Tulisan layaknya mesin teknologi canggih masa kini yang dapat menembus ruang dan waktu.

Kembali pada ucapan Imam al-Ghazali di atas, jika dilihat dari latar belakang dan sosio historis kehidupannya, beliau bukanlah anak seorang pejabat maupun konglomerat. Kehidupan di masa dewasanya sebagai guru besar perguruan tinggi Nizamiyah Baghdad, tidak sebanding dengan  kehidupan masa kecilnya. Bahkan ironis, ia harus dititipkan kepada seorang sufi di akhir hidup ayahnya, karena keterbatasan ekonomi dalam keluarga al-Ghazali. Ayahnya orang fakir bekerja sebagai pemintal benang. Harta warisannya tidak cukup dibagi dengan para saudaranya. Oleh karenanya, sang sufi yang diberikan amanah oleh ayahnya terpaksa mencarikan ‘beasiswa’ di dalam pencarian keilmuannya.

Hari demi hari dilalui al-Ghazali dengan thalabul ilmi, sehingga pada dewasanya memiliki banyak macam keilmuan. Beragam karya dihasilkan, mulai dari fikih, kalam, tasawuf, bahkan filsafat.

Tinggalkan Balasan