Mengingat Kembali Amanah Merawat Bumi

Menurut data yang dirilis oleh World Health Organization, jutaan orang meninggal tiap tahun akibat polusi udara. Data WHO menunjukan bahwa 9 dan 10 orang menghirup udara yang mengandung tingkat polutan tinggi. Mulai dari kabut asap hingga polusi udara, semuanya merupakan ancaman besar bagi kesehatan dan iklim. Gabungan efek polusi udara ambien (luar ruangan) dan polusi udara dalam ruangan menyebabkan sekitar tujuh juta kematian di setiap tahunnya. Sebagian besar kematian ini disebabkan oleh peningkatan risiko stroke, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronis, kanker paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan akut.

Semakin hari, Bumi kita semakin tidak baik-baik saja. Begitu banyak industri dan perusahan raksasa menjadi penyumbang pencemaran udara dan air, bahkan turut merusak ekosistem melalui ekspoloitasi hutan tanpa batasan, tanpa diimbangi dengan upaya penanggulangan atau penggunaan sumber daya yang ramah lingkungan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hari Bumi adalah perayaan tahunan yang menghormati pencapaian gerakan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi sumber daya alam bumi untuk generasi mendatang. Meskipun terdapat perbedaan dalam cara perayaannya, sebagian besar dunia memperingati Hari Bumi pada tiap tanggal 22 April. Hal ini merujuk pada peristiwa ketika para aktivis mengadakan Hari Bumi pertama pada akhir tahun 1960-an. Adapun, tema internasional Hari Bumi 2026 adalah “Our Power, Our Planet” (Kekuatan Kita, Planet Kita).

Peristiwa ini pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki perhatian besar terhdapa isu-isu lingkungan hidup.

Rasanya penting sekali bagi kita untuk merayakan Hari Bumi sebagai pengingat bahwa bumi bukan milik kita, melainkan kitalah yang menjadi bagian darinya. Bumi adalah miliki bersama, dan dengan menjaganya, sebenarnya kita sedang menjaga diri kita sendiri. Bumi adalah amanah yang dititipkan Tuhan kepada kita semua, bukan sekedar pemberian yang dapat kita kuasai semuanya. Sehingga dengan kesadaran ini, kita tau batasan-batasan dalam mengelola serta memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.

Bumi dan Agama

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan