Menjaga Adab Santri di Ruang Maya

Hari ini, hampir semua orang hidup berdampingan dengan layar. Kita membaca kabar, berdiskusi, bahkan saling menilai lewat media sosial.

Bagi santri, ruang maya bukan lagi dunia yang jauh. Ia sudah menjadi bagian dari keseharian, seperti juga ruang kelas, masjid, dan asrama. Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan lagi apakah santri perlu hadir di dunia digital, tetapi bagaimana santri hadir di sana tanpa kehilangan adab.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Santri dibesarkan dalam tradisi yang sangat menghargai kesantunan. Di pesantren, seseorang tidak hanya belajar membaca kitab, tetapi juga belajar menundukkan hati, menjaga ucapan, dan menghormati orang lain. Adab selalu ditempatkan sebelum ilmu, karena ilmu tanpa adab mudah berubah menjadi kesombongan.

Nilai inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan di ruang maya, tempat orang sering berbicara lebih cepat daripada berpikir, dan bereaksi lebih cepat daripada memahami.

Media sosial sering membuat manusia lupa diri. Banyak orang yang di dunia nyata tampak ramah, tetapi di dunia maya berubah tajam, kasar, dan tidak sabar. Komentar dipakai untuk menyerang, perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan, dan informasi dibagikan tanpa sempat dicek kebenarannya.

Tinggalkan Balasan