Mereka Akan Bicara Api Nasionalisme Syekh Nawawi

Selain sebagai dosen di UIN Banten, Shofin aktif mengajar kitab di banyak lembaga atau majelis, di anataranya mengajar Ushul Fiqh, Qawaid Fiqhiyyah, Ilmu Tafsir, dan Shahih Al- Bukhari di Islam Nusantara Center (INC). Selain itu, mengajar Kitab Shahih Al- Bukhari di Majelis Dzikir Rahmatul Ummah Komplek Gunung Putri Bogor dan di Masjid Baitul Makmur Pondok Gede, Bekasi.

Shofin sudah banyak menerbitkan buku atau kitab. Di antaranya, Kitab Al-Ibrah (Teori, Metode dan Strategi Memaknai Sejarah dari Ibnu Khaldun, Al-Jabiri hingga Gus Dur), Mengkaji Karya Sastra Arab Dengan Teori Kritik yang Aplikatif, Sastra Arab Bandingan; Potret Karya Antar Negara, Budaya dan Peradaban, Al-Ta’shil al-Tsaqafi Li al-Hiwar al-Tsaqafi ( الثقافي للحوار الشرعي التأصيل), Tahqiq Kitab Hidayatut Thullab Syeikh Muhibbi Kajen Pati, Tahqiq Kitab Diwan Syeikh Muhibbi Nihayatul Bidayah, dan Pendakwah Perempuan di Masa Nabi Saw.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jamal D. Rahman

Jamal D. Rahman lahir di Sumenep, 14 Desember 1967. Ia dikenal senagai sastrawan nasional, dan pernah memimpin majalah sastra Horison dan Pemimpin Redaksi Jurnal Sajak. Ia juga tercatat mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebagai sastrawan, ia sering mengisi seminar di berbagai forum di luar maupun di dalam negeri. Pada 2016, ia diaanugerahi Hadiah Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) dari Menteri Pendidikan Malaysia Dato’ Seri Mahdzir bin Khalid.

Selain menulis puisi, Kang Jamal, panggilan akrabnya, juga menulis dan mengeditori banyak buku. Di antaranya, Horison Sastra Indonesia (empat jilid, 2001) dan Horison Esai Indonesia (dua jilid, 2003). Kumpulan puisinya: Airmata Diam (1993), Reruntuhan Cahaya (2003), Garam-Garam Hujan (2004), dan Rubaiyat Matahari (2015). Bukunya yang baru adalah Wahdatul Wujud: Artikulasi Islam dalam Sastra Indonesia Modern dan kumpulan esai Secangkit Kopi Seorang Musafi.

Islam, Sastra, Pengetahuan adalah salah satu buku Kang Jamal akan dibedah dalam acara Studium General dan Bedah Buku kali ini. Buku tersebut menangkap dan mengungkap dialektika tiga tokoh besar yang berpengaruh tidak hanya di Banten, juga di leval nasional dan dunia. Ketiga tokoh tersebut adalah Syekh Nawawi, Multatuli alias Eduard Douwes Dekker, dan Christiaan Snouck Hurgronje. Buku ini juga mengungkap peraan Syekh Nawawi menanamkan nilai-nilai kejuangan dan nasionalisme kepada murid-muridnya.

Ngatawi Al-Zastrouw

Ngatawi Al-Zastrow lahir pada 27 Agustus 1966. Kang Zastrouw, panggilan akrabnya, dikenal sebagai budayawan dari kalangan nahdliyin. Kang Zastrouw lulu dari Fakultas Tarbiyah IAIN (kini Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1996. Selama mengikuti pendidikan formal tersebut, Al-Zastrouw juga menempuh pendidikan di pesantren dari tahun 1975 hingga 1988. Pada 2009, Al-Zastrouw memperoleh gelar doktor sosiologi dari Universitas Indonesia setelah mengambil program S2 dan S3 sosiologi di Universitas Indonesia.

Pada 2004-2015, ia dipercaya menjadi Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Lesbumi(Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kang Zastrouw juga turut mendirikan dan menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan Jejaring Dunia Santri, lembaga nirlaba yang berkhidmat pada penumbuhkembangan literasi di lingkungan pesantren. Sejak 2020 (hingga sekarang), Kang Zastrouw dipercaya menjadi Kepala Makara Art Center Universitas Indonesia (MAC UI), lembaga di bawah naungan UI yang berfokus pada kajian dan pengembangan kebudayaan.

Tinggalkan Balasan