Nalar

Mengajarkan anak berpikir berarti kita sepakat dan berikrar untuk masuk ke dalam sebuah ruang dialog terbuka, bukan sekadar mendikte lewat sebuah monolog yang membosankan. Sudah saatnya kita membuang jauh-jauh palu godam otoritarianisme itu, menurunkan ego gengsi, dan mulai sungguh-sungguh mendengarkan mereka. Sebab, apalah artinya kemegahan sebuah bangsa di masa depan, jika ruang-ruang pikiran anak-anaknya masih hidup merana, terkungkung dan terpenjara oleh ketakutan untuk sekadar bertanya?

Daftar Pustaka:

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mangunwijaya, Y.B. (2020). Pendidikan Manusia Merdeka. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Topatimasang, Roem. (2007). Sekolah Itu Candu. Yogyakarta: INSISTPress.

Chatib, Munif. (2009). Sekolahnya Manusia: Memaksimalkan Semua Potensi Anak. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Dewantara, Ki Hadjar. (2013). Karya Ki Hadjar Dewantara: Bagian Pertama Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Freire, Paulo. (2008). Pendidikan Kaum Tertindas (Terjemahan oleh Omi Intan Naomi). Jakarta: LP3ES.

Prasetyo, Eko. (2004). Orang Miskin Dilarang Sekolah. Yogyakarta: Resist Book.

Tinggalkan Balasan