Pengemis di Makam Sunan Gunung Jati

“Maaf, Mas, tak punya uang,” ketus seniorku.

Pria berkaus putih dengan tas selempang tampak tidak puas. Dahinya mengernyit, dan matanya meneliti kami satu per satu. Sepertinya, dia enggan menyerah. Aku melirik ke sekeliling. Malam sudah larut, gerbang makam Sunan Gunung Jati sepi, dan beberapa gambar terlihat mengawasi dari kejauhan. Perasaanku tak enak.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Orang mana, Mas?” tanyanya lagi, kali ini lebih mendesak.

Seniorku menampilkan sikap kalen. Raut wajahnya masih menyimpan kekesalan. Malam ini dia sudah dibuat frustrasi karena gagal masuk ke bagian dalam makam Sunan Gunung Jati yang berasa di Cirebon, Jawa Barat.

Setelah berlama-lama menawar harga dengan penjaga, kami tetap hanya diperbolehkan sampai di bagian luar. Itupun harus membayar lima puluh ribu rupiah. Sekarang, masih ditambah peminta-minta ini.

“Orang Madura,” jawabnya singkat, nada suaranya jelas masih kesal.

Tinggalkan Balasan