Penulis dari Bilik-Bilik Pesantren

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali mengungkapkan, “Kalau kau bukan anak raja dan kau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis!” Ungkapan ini menjadi lentera bagi orang yang biasa-biasa saja seperti kita agar terus semangat menulis. Dunia menyingkap fakta bahwa untuk menjadi sukses dan dikenal, seseorang harus menghasilkan karya. Salah satunya dengan menjadi penulis.

Dengan menelaah buku ini kita akan mengetahui bahwa menulis itu tidak mudah, butuh usaha, ketekunan, kesabaran, dan terus semangat berlatih. Namun, di balik semua itu pasti ada kemudahan selama ada usaha yang sungguh-sungguh untuk menjadi penulis. Jadi, tidak boleh patah arang, tapi justru semakin terpacu untuk terus berjuang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menjadi penulis dengan jalur sepi ini memang tidak banyak diminati orang, namun betapa banyak orang yang ingin hidupnya bermanfaat, sukses, terkenal, dan tetap hidup meski jasad telah berkalang tanah. Banyak sekali yang berkeinginan meneladan perjalanan hidup Imam Ghazali, misalnya, dengan tetap dikenal, tetap hidup, tiadanya tetap ada, dengan meninggalkan karya abadi, tetapi mereka tidak mau melewati masa-masa sulit, tidak mau berjuang dan menekuni karya.

Selain itu, kehadiran buku ini untuk menjawab kegelisahan para penulis, lebih-lebih penulis dari kalangan santri, yang kesulitan untuk menangkap sebuah ide. Ada beberapa formula yang ditawarkan di dalam buku ini untuk mengelola ide sederhana menjadi karya besar.

Pertama, menumbuhkan sikap peka dan ingin tahu. Peka berarti tak melewatkan sedikit pun peristiwa maupun perkembangan yang terjadi. Menyerap segala informasi dan berusaha menganalisanya. Sedangkan, rasa ingin tahu berarti melihat sesuatu yang luar biasa di balik sesuatu yang biasa-biasa saja (halaman 16). Seperti, Sir Issac Newton menemukan teori relativitas saat ia kejatuhan apel ketika asyik nongkrong di bawah pohon apel. Begitu pula pelajaran yang dialami oleh Wright dan saudara-saudaranya yang mendapat ide untuk membuat pesawat terbang ketika mereka sedang asyik memandangi burung-burung yang beterbangan. Mereka berhasil membaca sesuatu yang luar biasa di balik sesuatu yang biasa.

Tinggalkan Balasan