MBG. Iya, betul, ini adalah tentang MBG. Makan Bergizi Gratis.
Benarkah tidak ada pihak yang dirugikan dari program ini? Jika tidak, sudahkah program ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat?

Maka tulisan ini akan mengajak Anda untuk merenungkan program Ini berdasarkan data yang ada.
MBG adalah salah satu alah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto. Program ini sangat menarik perhatian para peneliti dan akademisi. Selain karena MBG sebagai program baru, juga karena mereka ingin mengukur aspek manfaat dan mudarat dari program ini. Berbagai kajian mereka jadikan sebagai pisau analisis. Tujuannya cuman satu, yaitu apakah program ini sudah betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat?
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024, tujuan program MBG ini adalah untuk meningkatkan asupan gizi kelompok sasaran strategis. Adapun, sasarannya adalah peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di lingkungan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, dan pendidikan pesantren, anak di bawah 5 (lima) tahun mulai usia 6 (enam) bulan, ibu hamil dan ibu menyusui.
Sudah sangat maklum bahwa menjaga jiwa agar tidak terabaikan adalah bagian dari maqashid syariah. Bahkan, dalam kajian terbarunya, Syaikh Ali Jum’ah, ulama besar yang pernah menjabat sebagai mufti di Mesir, merekonstruksi urutan maqashid syariah –atau yang lebih dikenal dengan Kulliyahal-Khams— dengan memposisikan hifdz an-nafas (menjaga jiwa) di urutan pertama, sebagai ganti dari hifdz ad-din (menjaga agama). Lalu yang kedua adalah hifdz al-aql. Baru pada urutan ketiga hifdz al-din (menjaga agama).
Dengan demikian, menjaga jiwa berarti telah mewujudkan tujuan syariah yang utama dan yang pertama. Sementara, mengabaikannya adalah bentuk ketidakpatuhan seorang hamba pada tujuan-Nya.
Pada beberapa kesempatan, dalam Al-Qur’an, Allah mengikrarkan diri sebagai Tuhan yang memberikan rezeki makanan. Hal ini sebagaimana dalam surat as-Syuara’ ayat 79:
وَٱلَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ
Artinya: “Dan Dia-lah (Allah) yang memberi makan dan minum kepadaku.”
Hal yang sama, Allah berikrar ddalam surat Quraisy Ayat 4:
